Kado Special (Yonathan Garcia)
Libur Natal dan Tahun Baru 2014 dirayakan dengan suka cita dan juga duka di berbagai pelosok negri. Malam pergantian tahun kali ini sebenarnya tak ada yang beda dari tahun-tahun yang lalu, namun ada sedikit hal yang special. Untuk pertama kalinya, aku merayakannya di Jakarta. Dan untuk pertama kalinya aku pada malam tahun baru ikut berkumpul dengan keluarga. Acara malam itu dimulai dari makan malam bersama dengan keluarga besarku. Terlihat penuh suka cita terpancar diwajah mama, papa, dan adik yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa denganku. Mungkin cerita berkumpul dengan anggota keluarga di malam pergantian tahun baru, sudah merupakan cerita klasik bagi kebanyakan orang. Namun bagi diriku dan kehidupanku, dimalam itu aku tidak mendapatkan kesenangan hura-hura sesaat dari teman-teman. Tetapi malam itu, aku baru menyadari betapa mahalnya arti sebuah kehangatan di dalam keluarga. Di malam itu aku juga mendapatkan kado special menurutku itu dari seorang malaikatku. Dia bukan doraemon yang memiliki kantong ajaib, tetapi dia dapat menyediakan apa yang aku butuhkan. Dia bukan seorang motivator, tetapi dia mampu memotivasiku di dalam keadaan apapun. Dia bukan paranormal, tetapi sangat tahu dengan apa yang aku rasakan. Dan dia tidak pengguna jejaring sosial di dunia maya, tetapi dia adalah stalker setiaku. Dia itu adalah mama. Orang yang terlalu banyak kubuat kecewa. Malam itu dia mengatakan banyak sesuatu hal yang berharga bagi pembelajaran kehidupanku kedepannya. "Dengan segala kekurangan mama, mama hanya ingin melihat kamu berhasil. Kamu harus bisa melebihi dari apa yang telah mama capai. Jangan pernah meninggalkan sholat lima waktu, jadilah laki-laki yang sportif, dan kamu harus ingat jika di setiap doa mama selalu terucapkan juga namamu". Walaupun hubungan aku dan mama selama ini tidak terlalu dekat, tetapi dia selalu sabar kepadaku yang tak jarang membuatnya meneteskan air mata. "Semakin dewasa seseorang, semakin tidak perlu lagi untuk dimarah-marah ataupun bahkan dipukul, ujar Mama". Tak jarang aku suka menyepelekan kata-kata yang dinasehati mama kepadaku, namun kini jarak, waktu, rasa rindu tersebut, telah lebih dari cukup untuk menjelaskan kepadaku jika semua nasehat mama itu adalah benar dan tak ada seorang ibu yang akan menyesatkan anaknya. Dialogku dengan mama malam itu berakhir setelah jam 1 dini hari, karena mama harus tidur dan esok pagi harus kembali lagi ke Padang. Meski terkadang disetiap mama memberi nasehat, aku menjawab iya...iya..iya..iyaa ma, di dalam hatiku, setiap nasehat mama itu akan selalu kuingat dan menjadi motivasiku, hanya saja jawaban yang tepat belum bisa kusampaikan, tetapi aku berjanji suatu hari nanti semua itu akan kujawab dan membuat mama tersenyum bangga kepadaku. Keesokan harinya aku mengantarkan mama, papa dan adik ke bandara. Di bandara, mama tidak berkata banyak, namun pada akhirnya air mata mama tak terbendung lagi, mama mengucapkan sampai bertemu lagi dan jadilah anak yang mama banggakan. Untuk kesekian kalinya didepan mama, air mata ini bisa kubendung, walaupun didalam hatiku berkata masih ingin lebih lama lagi bersamanya, aku tak sanggup berkata sepatah katapun. Diperjalanan kembali kerumah, sesuatu hal menyadarkanku, aku betapa menyayangi mama, semakin jauh jarak aku dengannya, semakin erat pula genggaman kasih sayangnya kurindukan. Malam tahun baru kali ini memang aku tidak bisa berkumpul dengan teman-teman yang dulu aku iming-imingkan mampu tertawa bersama. Tetapi, yang sesungguhnya mampu mengerti aku itu iyalah mama. Kata-kata mama dimalam itu menurutku adalah sebuah kado yang sangat special bagiku. Kado yang bisa aku gunakan dimanapun, kapanpun dan juga bagi siapapun. Kado itu tak ada yang menjualnya, tak berwujud, kado itu tidaklah suatu pajangan, melainkan kado itu memiliki bingkisan kasih sayang, berpitakan keikhlasan hati, dan isinya takkan pernah habis. Yaa mungkin hanya itulah kisah liburan sederhanaku yang bisa aku bagikan. Mungkin tak setragis cerita mereka yang lainnya ataupun juga seasik cerita kalian. Ckckck.... Buenas Dias :)

Nama: Yobi Yusdita
BalasHapusNim: 1701359972
Bener jo,kita baru nyadar klo kita udah jauh dari orang tua, ceritanya bikin w ngerasa sedih ni. bagus ceritanya penuh makna