Pernah terbayang dalam fikir, oleh ku… tentang dua buah kata pergi dan kembali. Kata yang bertolak belakang, namun saat ini mereka berada dalam satu baris yang disatukan oleh kata penghubung -untuk; yang bermakna tujuan-. Ada maksud dari kalimat ini, pergi untuk kembali. Kalau ada kata pergi, bukan berarti akan menghilang untuk selama-lamanya, atau tidak akan pernah kembali lagi. Kata pergi yang saat ini muncul bersamaan dengan kata kembali, untuk memberikan pemahaman padaku, tentang arti kehidupan ini.
Kehidupan yang selalu ada pergerakan, dan tidak pernah diam pada satu keadaan tertentu saja. Kehidupan yang berjalan seiring berputarnya waktu. Kehidupan yang selalu berganti, berpindah dan tidak akan pernah sama keadaannya dari waktu ke waktu. Detik ini tidak akan sama dengan satu detik ke depan, satu menit berikutnya dan bahkan satu jam lagi. Akan sangat berbeda keadaan yang ku temui, walau sepertinya sama, namun aslinya mereka tak sama..berbeda.
Pergi untuk kembali.
Seperti seorang yang melakukan sebuah perjalanan (sang pejalan), begitu aku bisa menyebutnya. Sang pejalan tersebut berangkat dari satu tempat menuju pada tempat lain. Pergi dari satu tempat, untuk kembali pada tempat yang lain. Walau tempat yang akan dituju itu baru pertama kali dikunjunginya. Namun sang pejalan tersebut telah kembali ke sana (tempat yang baru).
Pergi untuk kembali.
Begitu pula dengan Saudara-saudara kita yang saat ini telah pergi untuk selama-lamanya dari kehidupan di dunia ini. Meninggal. Mereka (beliau) dulunya (sebelum berangkat ke alam sana…) di dunia ini adalah sebagai sang pejalan yang sedang melangkah. Walau tampaknya mereka (beliau) sedang bersibuk-sibuk ria dengan aktivitas dalam kesehariannya, tapi sebenarnya mereka (beliau) sedang melangkah untuk berjalan, terus berjalan menuju tujuan akhirnya, yaitu menuju sebuah gerbang bernama maut (kematian) …innalillaahi wainna ilaihi raaji’uun. Dari Allah kita berasal dan kepadaNya kita akhirnya akan kembali.
Pergi untuk kembali.
Pergi dari kehidupan dunia ini untuk kembali ke akhirat, tempat kehidupan yang sesungguhnya. Dan itulah yang saat ini sedang kita, engka dan aku alami. Selamat mengisi perjalanan ini dengan penuh arti, semoga kita, engkau dan aku selalu dalam lindungan Sang Maha Kuasa dan selamat dalam perjalanan kita di dunia ini, selamat sampai ke tujuan akhir nanti di akhirat.Amin
Oleh: Anisah Shahab /1701373472

Tidak ada komentar:
Posting Komentar